Ichitara’s Weblog











{Mei 11, 2010}   [J-MOVIE] NANA (2005)

Category : Movies
Genre : Drama
CAST : Mika Nakashima, Aoi Miyazaki, Hiroki Nariyama, Kenichi Matsuyama, Yuno Ito, Saeko

Film ini bercerita tentang persahabatan dua orang perempuan dengan nama dan umur yang sama. Yang satu adalah Nana Oosaki (Mika Nakashima), cewek cool berpenampilan punk yang juga seorang vokalis suatu band kecil dan bermimpi agar band-nya suatu saat menjadi terkenal. Satu lagi adalah Nana Komatsu (Aoi Miyazaki), gadis manis, baik hati, sangat ceria dan selalu tersenyum. Keduanya pertama kali bertemu saat mereka duduk bersebelahan di kereta dalam perjalanan ke tokyo. Perjalanan yang cukup memakan waktu lama itu membuat keduanya saling mengobrol. Nana Komatsu (yang kemudian akan dipanggil Hachi, yang merupakan bahasa Jepangnya angka 8 *ngomong-ngomong Nana itu adalah bahasa Jepang-nya angka 7*) yang memang supel dan gampang bergaul menceritakan banyak hal pada Nana, termasuk tentang alasannya ke Tokyo adalah untuk menyusul pacarnya yang kuliah di Tokyo.

Setelah sampai, kedua NANA ini lalu berpisah. Mereka tidak sengaja bertemu lagi saat keduanya kebetulan mau menyewa apartemen yang sama. Karena apartemen dengan nomor 707 itu memiliki dua kamar, untuk menghemat biaya mereka lalu memutuskan untuk tinggal bersama dan membagi uang sewanya. Keduanya pun mulai bersahabat. Hachi juga diperkenalkan pada teman-teman Nana seperti Nobu (Hiroki Narimiya) dan Yasu, yang merupakan teman di band Nana yang dulu, The Black Stones. Nobu dan Yasu mengajak Nana untuk kembali melanjutkan The Black Stones, setelah cukup lama vakum sejak ditinggal oleh salah satu anggota, yaitu Honjo Ren (Ryuhei Matsuda), pacar NANA yang berpindah ke band Trapnest yang sekarang menjad band yang sangat terkenal . Nana pun setuju dan mulai merekrut anggota baru.

Selain itu, masalah timbul ketika Hachi tak sengaja mengetahui pacarnya berselingkuh sehingga ia putus dengan pacarnya. Selain itu pula, kita juga dibawa pada konflik batin Nana tentang perasaannya pada Ren, kekasihnya dulu. Jadi, apa yang akan terjadi pada kedua NANA ini? Ayo deh tonton aja.

Iklan


Category: Movies
Genre: Romance

Shinichi Kudou, seorang murid SMA yang terobsesi kisah detektif Sherlock Holmes, dan dengan bakat analisanya yang spektakuler, berhasil memecahkan beberapa kasus kriminal di daerah tempat tinggalnya. Sehari-hari ia dekat dengan Ran (Kurokawa Tomoko), seorang gadis jago karate, teman bermainnya sejak kecil, putri tunggal seorang detektif “gagal” bernama Kogoro Mouri (kenapa gagal? Karena kasus-kasus yang ditanganinya paling banter hanya mencari anjing hilang ^^). Shinichi dan Ran punya hubungan khusus yang sama-sama tak diakui keduanya (khas Jepang banget deh ^-^) dan meskipun Shinichi terlihat tidak peduli, hanya Ran-lah satu-satunya gadis yang paling penting buatnya.

Kasus dimulai ketika SMA mereka mengadakan tour sekolah. Shinichi yang awalnya ogah ikut, akhirnya terpaksa ambil bagian ketika ia menerima sebuah surat tantangan yang dikirim seorang yang mengaku sebagai “Kidnapper” (=penculik). Orang tersebut akan menculik teman SMA Shinichi, dan Shinichi ditantangnya memecahkan trik yang akan dibuatnya. Trik pertama gagal; Sonoko, sahabat baik Ran, diculik di atas kapal ketika grup mereka sedang menyeberang pulau. Trik kedua pun demikian, Ran menghilang ketika mereka semua dikunci dalam ruang tertutup, dan sang Kidnapper hanya memberi batas 12 jam bagi Shinichi, sebelum sebuah bom dalam ruangan dimana Ran dan Sonoko disekap meledak…

Berhasilkah Shinichi memecahkan trik tersebut?

Judul lain : Conan Live Action Drama
Pemeran : Oguri Shun, Kurokawa Tomoko, Jinnai Takanori
Genre : Action Drama



{Mei 11, 2010}   Dorayaki

Bahan:
100 gr tepung terigu
2 sdm gula pasir
1 sdm madu
1/2 sdt garam
3 btr telur
75 ml susu cair
1 sdt margarin untuk mengoles

Isi:
100 gr kacang merah
3 sdm gula pasir
150 ml susu cair

Cara membuat:
1. Campur gula pasir, madu, telur dan garam, kocok hingga kental, tambahkan tepung terigu dan susu cair sedikit demi sedikit, aduk rata.
2. Panaskan cetakan dorayaki atau wajan anti lengket diameter 8 cm, oles wajan dengan margarin.
3. Tuang satu sendok sayur adonan ke dalam cetakan hingga 3/4 tinggi cetakan, biarkan hingga permukaannya berlubang lubang, tutup cetakan, masak hingga bagian bawah berwarna kecokelatan. Angkat.
4. Buat isi: rebus kacang merah hingga lunak, angkat, tiriskan, haluskan. Masak kembali hingga kental, masukkan susu cair dan gula pasir, masak hingga kental, angkat.
5. Oles bagian permukaan dorayaki dengan isi hingga rata, tutup dengan dorayaki lagi, sajikan.



{Mei 11, 2010}   Smoked Salmon Sushi Roll

Bahan-bahan:
– 2 cangkir beras sushi Jepang
– 6 sendok makan cuka beras anggur
– 6 lembar nori
– 1 buah alpukat, kupas, buang bijinya dan iris
– 1 buah mentimum, kupas dan iris
– 8 ons salmon asap, potong menjadi irisan panjang
– 2 sendok makan pasta wasabi

Cara membuat:
1. Rendam beras selama 4 jam, tiriskan. Tanak beras di dalam rice cooker dengan menambahkan dua gelas air. Beras harus berada dalam kondisi sedikit kering ketika menambahkan cuka ke dalamnya.

2. Segera setelah nasi masak, campurkan enam sendok makan cuka beras ke dalam nasi yang mengepul panas. Setelah itu, ratakan nasi di atas pinggan hingga benar-benar dingin.

3. Taruh selembar nori di atas anyaman bambu, lalu tekan selapis tipis nasi dingin ke atas nori. Sisakan sekitar 1 cm tepi atas dan tepi bawah nori, biarkan tidak dilapisi agar mudah menyegelnya nanti. Totol-totolkan wasabi ke atas nasi, lalu susun mentimun, alpukat, dan salmon asap di atasnya. Atur posisinya agar berada sekitar 1 cm jauhnya dari tepi bawah nori.

4. Basahi sedikit tepi atas nori. Setelah itu, gulung tepi bawah nori ke atas hingga tergulung rapat. Potong gulungan menjadi delapan bagian lalu sajikan. Ulangi proses dari awal sampai semua sushi selesai dibuat.



{Mei 11, 2010}   Takoyaki

Bahan :
300 gr tepung tako (kl gak ada terigu + baking powder)
2 butir telur
700 ml air
100 gr sayuran (kol, wortel)
150 gr tako (kl gak ada ganti cumi)
tenkatsu (=tempura scraps)

Taburan:
nori biru
katsuoboshi (toping-nya; berbentuk parutan skipjack tuna)
daun bawang diiris kecil

Saus:
saus tako
mayonaise

Cara:
1. Campur semua bahan kecuali tako dan tenkatsu, aduk sampai licin.
2. Panaskan cetakan, olesi minyak, tuang adonan, taburi tako. Sesudah berkulit taburi tenkatsu dan balik -balik sampai membentuk bola dan matang. Lakukan sampai adonan habis
3. Penyajian: Tata tako, oles saos tako, taburi nori, beri mayonaise, taburi katsuoboshi dan daun bawang.
Nikmati hangat-hangat.

Hasil : 60 biji



{April 19, 2010}   Pengembangan Sistem Informasi

1. Fase Awal Pengembangan Sistem
Fase awal pengembangan sistem mengutamakan kemampuan pemakai dalam mengoperasikannya. Fase awal terdiri dari :
• Perencanaan sistem
• Analisis sistem
• Perancangan sistem secara umum/konseptual
• Evaluasi dan seleksi sistem

1.1 Fase Perencanaan Sistem

1.1.1 Latar Belakang Pengembangan Sistem
Sistem adalah kumpulan elemen yang masing-masing elemen tersebut memiliki fungsi masing – masing, namun secara bersama-sama bekerja untuk mencapai tujuan dari adanya sistem tersebut. Sebuah mobil dapat dikatakan sebuah sistem karena di dalamnya terdapat kumpulan elemen (seperti
kemudi, rem, mesin, roda, kaca spion, lampu sen, dan sebagainya) yang masing-masing elemen
tersebut memiliki fungsi masing-masing, namun secara bersama-sama bekerja untuk mencapai tujuan
dibuatnya mobil tersebut yaitu sebagai alat transportasi.
Sistem yang kita bahas sebagai contoh sederhana di sini adalah sistem poliklinik
di kota Depok.

1.1.2 Tujuan Dari Pengembangan Sistem
Tujuan dari pengembangan sistem ini adalah memudahkan para pasien yang berkunjung ke poliklinik untuk mendaftar dan memeriksakan kondisi kesehatannya. Agar tidak terjadi kerancuan saat mengantri pada saat berkunjung.

1.1.3 Batasan Masalah
Dalam pengembangan sistem ini, penulis membatasi masalah dari pasien mendaftar untuk menjadi anggota, pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter dan kemudian dokter memberi resep yang akhirnya obat tersebut akan di tebus oleh pasien di apotik.

1.1.4 Studi Faktor Kelayakan

• Kelayakan Teknis
perancangan system informasi tentang poliklinik ini tidak begitu membutuhkan spesifikasi computer yang canggih, perancangan ini membutuhkan spesifikasi berstandar seperti ;

OS Windows XP atauVISTA
128MB RAM
1GB HDD
Video Card 64MB

• Kelayakan Ekonomis
Sistem ini mempunyai nilai yang ekonomis, karena tidak terlalu berorintasi pada hardware yang canggih dan operator yang mempunyai keahlian khusus, jadi banyak biaya yang dapat di kurangi dengan memakai sistem ini seperti : biaya merekrut tenaga ahli, biaya perangkat lunak dan perangat keras yang dipakai.

• Kelayakan Legal
Pada sistem poliklinik ini tidak menimbulkan konflik antara system yang sedang dipertimbangkan dengan kemampuan poliklinik untuk melaksanakan kewajibannya, karena dalam perancangan system ini tidak membutuhkan biaya yang besar.
• Kelayakan Operasional
Pada system ini, prosedur dan keahlian pegawai sudah cukup untuk mengoperasikan system yang dirancang untuk kesuksesan system ini

• Kelayakan Rencana
Pada system ini hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk membuat sepenuhnya system ini dapat dioperasikan.

1.1.5 Studi Faktor Strategis
Produktivitas
pada system ini, tidak membutuhkan banyak biaya, karena hanya membutuhkan minimal 2 server computer untuk mengoperasikan system tersebut dalam kegiatan nyata. Dan pada tahap ini perancang system bisa menghilangkan atau mengurangi biaya tambahan yang tidak berarti.

Diferensiasi
Dengan adanya sistem ini pelayanan berbasis komputerisasi, pelayanan yang diberikan akan lebih cepat, proses lebih mudah untuk dilaksanakan, proses pembagian lebih terstruktur, lebih mudah dan cepat.
Manajamen
Pada perancangan ini dapat menyediakan informasi yang berguna bagi para dokter (manager) untuk mengobati pasiennya dengan efektif.



Komunikasi adalah proses interaksi antara elemen-elemen yang menghasilkan suatu informasi. Biasanya komunikasi dilakukan dengan lisan maupun tulisan atau juga dengan bahasa tubuh.

Skema Mekanisme Sistem Komunikasi Human To Human

Elemen yang terdapat pada mekanisme komunikasi ini adalah :

– Human 1 sebagai Pengirim atau komunikator (sender)
– Human 2 sebagai Penerima atau komunikate (receiver)
– Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain
– Feedback ( Umpan balik ) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya
– Dalam melakukan komunikasi tersebut media yang digunakan udara yang mengalirkan getaran nada/suara



{Februari 27, 2010}   Puding Strowberry

Bahan :

1 (7gr) bungkus agar-agar putih

400 ml susu tawar cair rendah lemak

150 ml santan cair

150 gr gula pasir

100 g stroberi, potong-potong

1 sdt pasta stroberi/pewarna merah

Cara Membuat :

1. Campur bubuk agar dalam susu tawar cair dan santan, aduk rata. Rebus, hingga mendidih. Tambahkan gula dan vanilla pasta, aduk rata. Didihkan kembali. Angkat.

2. Bagi adonan menjadi dua bagian. Tambahkan pasta stroberi pada salah satu bagian dan biarkan putih pada bagian lainnya.

3. Siapkan gelas saji atau cetakkan pudding. Beri beberapa potong stroberi, tuang adonan merah hingga separuh lebih dari tinggi gelas/cetakkan. Dinginkan hingga mengeras.

4. Tuang adonan putih hingga gelas penuh, dinginkan kembali. Sajikkan dingin.

Untuk 7 Porsi



*Sistem Informasi Rumah Sakit
Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) adalah suatu tatanan yang berurusan dengan pengumpulan data, pengelolaan data, penyajian informasi, analisis dan penyimpulan informasi serta penyampaian
informasi yang dibutuhkan untuk kegiatan rumah sakit.

Sebuah sistem informasi rumah sakit idealnya mencakup integrasi fungsi-fungsi klinikal (medis), keuangan, serta manajemen yang nantinya merupakan sub sistem dari sebuah sistem informasi
rumah sakit. Sub sistem ini merupakan unsur dari sistem informasi rumah sakit yang tugasnya menyiapkan informasi berdasarkan fungsi-fungsi yang ada untuk menyederhanakan pelayanan pada
suatu rumah sakit.

Rancangan global SIRS berisi penjabaran SIRS menjadi subsistem, modul, submodul dan aplikasi. Pelayanan Farmasi merupakan salah satu
pelayanan utama yang menunjang kegiatan pelayanan di lingkungan rumah sakit dalam menjalankan fungsinya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Divisi Farmasi bertanggung jawab terhadap pengelolaan barang farmasi berupa obat yang digunakan oleh semua unit di lingkungan rumah sakit
baik untuk pelayanan rawat jalan termasuk rawat darurat dan bedah sentral, pelayanan rawat inap termasuk rawat intensif maupun penggunaan obat yang digunakan di lingkungan penunjang medis
seperti laboratorium.

Pada masa yang akan datang beberapa konsep baru telah disepakati untuk digunakan di lingkungan Divisi Farmasi. Hal pertama yang diperkenalkan dan akan dilaksanakan adalah order manajemen yaitu
pemanfaatan pelayanan permintaan dan penyampaian hasil pemberian obat dengan memanfaatkan fasilitas komputer secara online. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh semua unit pengguna. Status atau
proses permintaan layanan termasuk hasil pemberian obat dapat dipantau / dilihat langsung melalui fasilitas komputer.

HASIL DAN PEMBAHASAN

*Pengguna SIRS Subsistem Farmasi

Pengguna dari sistem informasi rumah sakit subsistem farmasi terdiri dari 4 jenis, yaitu :
1. Administrator, merupakan pemegang hak akses paling tinggi dalam sistem.
2. Dokter
3. Staf Farmasi
4. User

*Tampilan antarmuka sistem
1. Antarmuka sistem
Aplikasi SIRS mempunyai halaman utama yang berisikan link ke form login yang digunakan untuk autentifikasi pengguna agar bisa mengakses sistem,link ke form registrasi yang digunakan untuk
pendaftaran pengguna, serta link ke halaman about us yang memuat informasi pembuat aplikasi SIRS ini.

Gambar 1. Tampilan halaman muka

2. Antarmuka form login
Antamuka Login memuat form login yang dapat digunakan untuk tempat autentifikasi bagi pengguna. Setelah memasukkan username dan password yang benar, maka pengguna berhak untuk masuk dan
mengakses SIRS.

Gambar 2. Tampilan halaman login

3. Antarmuka form registrasi
Antamuka Registrasi memuat form registrasi yang dapat digunakan untuk tempat pendaftaran pengguna baru baik sebagai dokter, staf farmasi ataupun sebagai user. Setelah melakukan registrasi serta telah diaktifkan oleh administrator maka pengguna berhak untuk masuk dan mengakses SIRS.

Gambar 3. Tampilan halaman registrasi

4. Menu Daftar Obat Paten
Antamuka ini digunakan untuk mendaftarkan obat paten yang belum terdaftar pada rumah sakit yang dilakukan oleh pengguna bertipe staf farmasi.

Gambar 4. Tampilan halaman menu daftar obat paten

5. Menu Daftar Obat Racikan
Antamuka ini digunakan untuk mendaftarkan obat racikan yang belum terdaftar pada rumah sakit yang dilakukan oleh pengguna bertipe staf farmasi.

Gambar 5. Tampilan halaman menu daftar obat racikan

6. Menu Katalog Obat Racikan
Antamuka ini berisi daftar obat racikan yang telah didaftarkan, pada menu daftar obat racikan.

Gambar 6. Tampilan halaman menu katalog obat racikan

7. Menu Edit Obat Racikan
Antamuka ini digunakan untuk mengedit daftar obat racikan yang telah didaftarkan pada saat menu daftar obat racikan.

Gambar 7. Tampilan halaman menu edit obat racikan

KESIMPULAN

Dari Penelitian pembuatan aplikasi Sistem Informasi Rumah Sakit Subsistem Laboratorium ini dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain :
1. Berdasarkan hasil pengujian dengan metode kotak hitam (black box), aplikasi berbasis web yang dibangun yaitu SIRS Subsistem Farmasi
telah sesuai dengan yang diharapkan dan dapat berfungsi dengan baik.
2. Aplikasi SIRS Subsistem Farmasi ini berfungsi sebagai pendukung dalam kegiatan pelayanan kesehatan di rumah sakit, serta dengan
menggunakan database untuk menghubungkan aplikasi SIRS pada Subsistem yang lain.
3. Dengan konsep framework Prado yang berbasiskan komponen dan event driven, Prado memberikan banyak keuntungan dalam
pengembangan aplikasi berbasis web.
4. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa aplikasi SIRS Subsistem Farmasi ini telah cukup sesuai dengan fungsi-fungsi yang
dimiliki oleh manajemen obat di suatu rumah sakit pada umumnya.



{Februari 23, 2010}   Chicken Teriyaki


Chicken Teriyaki
Bahan-Bahan :
500 gram daging ayam, potong 2 x 4 cm
2 sendok makan minyak sayur

Bahan Bumbu:
5 sendok makan saus teriyaki botolan , siap pakai
1 sendok makan daun bawang iris halus
1 sendok teh bawang putih parut
1 sendok teh jahe parut
½ sendok teh garam

Cara Mengolah :

1. Aduk potongan ayam dengan Bumbu hingga rata.
2. Diamkan selama 1 jam hingga meresap.
3. Panaskan minyak, tumis ayam berikut bumbunya.
4. Aduk hingga kaku.
5. Masak hingga ayam matang dan kuah habis.
6. Sajikan hangat.



et cetera